Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Terapi Komplementer Pasien Gout Arthritis di RSI Malahayati Medan

Main Article Content

Lily Putri Marito
Rafika Nur Siregar
Tri Budiarti
Novriani

Abstract

Artritis gout merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan di Indonesia. Meskipun terapi komplementer semakin banyak digunakan dalam pengelolaan penyakit secara mandiri, pengetahuan pasien mengenai terapi komplementer berbasis bukti masih belum optimal. Selain itu, penelitian mengenai efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan terapi komplementer pada pasien gout arthritis di tingkat rumah sakit masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan terapi komplementer pada pasien gout arthritis di RSI Malahayati Medan. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel terdiri atas 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan multimoda selama 30–45 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan terapi komplementer yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t berpasangan dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56,8 (SD = 8,34) menjadi 84,2 (SD = 6,17), dengan hasil uji t berpasangan p = 0,001 (p < 0,05). Pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan terapi komplementer pasien gout arthritis.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Terapi Komplementer Pasien Gout Arthritis di RSI Malahayati Medan. (2026). HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 4(4), 4331-4341. https://doi.org/10.54373/hijm.v4i4.6932

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.