Pembangunan Gender Dan Jumlah Masyarakat Yang Bekerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2018 - 2022
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pertumbuhan ekonomi biasanya diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB), yang mencerminkan perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan. Proses ini menggambarkan peningkatan kapasitas produksi, yang tercermin dalam peningkatan pendapatan nasional. Dalam konteks ini, pertumbuhan ekonomi menunjukkan perkembangan aktivitas ekonomi yang mengarah pada peningkatan jumlah barang dan jasa yang diproduksi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan gender dan jumlah angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di 34 provinsi Indonesia selama periode 2018-2022, serta melihat interaksi antara kedua faktor tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan studi pustaka, dengan sampel sebanyak 170 data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan metode data panel melalui software e-Views 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan gender memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ketika dipertimbangkan secara simultan, pembangunan gender dan jumlah angkatan kerja juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 34 provinsi Indonesia, terutama dalam perspektif ekonomi Islam